Jenis pasir

Istilah tipe butiran terkait dengan bahan abrasif dibedakan atas tipe material berbeda yang digunakan dalam pembuatan abrasive tool. Karena bagian terpenting dalam proses penggerindaan adalah pengerjaan bahan yang akan diproses dengan material ini, tipe butiran yang digunakan memiliki pengaruh yang besar dalam hal kecocokan dan performa bahan abrasif.

Ringkasan perbedaan dari karakteristik butiran dan karakteristik keausan butiran abrasif yang umumnya digunakan akan dijelaskan dalam diagram berikut ini.

Dari asal-usulnya, jenis butiran dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu butiran alami dan butiran sintetis. Yang dapat digolongkan ke dalam tipe butiran alami, terutama adalah batu api, garnet, dan emeri; tapi tipe butiran seperti ini sudah jarang digunakan dalam pembuatan bahan abrasif. Sebaliknya, bahan abrasif yang diproduksi dewasa ini terbuat dari butiran sintetis, seperti alumina, zirkonia alumina, silikon karbida, dan aluminium oksida keramik. Berbeda dari butiran alami, butiran sintetis memiliki kelebihan dalam hal tingkat kekerasan dan ketahanannya; di samping itu, jenis butiran sintetis memiliki tingkat keseragaman yang lebih tinggi pada semua karakteristiknya, sehingga bahan abrasif tipe ini mampu memenuhi kebutuhan aplikasi industri yang menuntut.
Untuk menawarkan cakupan aplikasi yang luas dan kecocokan untuk tujuan spesifik pelanggan, Klingspor menawarkan abrasive tool (belt, roll, sheet, disc, strip, fiber disc, cutting-off wheel resinoid dan grinding disc, abrasive mop disc, abrasive mop wheel, dan bahan abrasif dengan agen pengikat elastis) dengan tipe butiran berbeda. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan agar pengguna dapat selalu memperoleh hasil pengerjaan yang sempurna dengan memilih jenis butiran yang sesuai untuk material dan benda kerja yang harus mereka proses dan juga hasil yang diinginkan.

Kembali ke Tentang teknik abrasif